Perlukah budaya ‘minta tolong’ ani dalam mencari keraja?

Posted: October 4, 2007 in Uncategorized

Budaya kitani di Brunei ani inda dapat lari dari sikap minta tolong dari dangsanak kitani untuk mendapatkan pekerjaan. Sektor awam kah, sektor swasta kah….sikap ani inda akan dapat dibendung. Mengapa orang mesti miatu? Adakah kitani tidak kompeten untuk mendapat pekerjaan atu dengan cara sendiri? Atau kitani tau cari sanang saja?

Saya rasa tiada salahnya kalau kitani meminta tolong, asalkan tolong atu inda labih. Macam minta tolong dangsanak kitani rekomenkan pasal kitani arah penemuduga atu kah, tolong2 bagitau ada kekosongan jawatankah, atau minta tolong cara-cara berkesan untuk mendapat peluang tinggi dapat pekerjaan atu kah…jangan saja minta tolong atu, tantu kana bagi keraja, inda payah interbiu lagi, interbiu pun macam saja2 interbiu..just for fun nya orang putih.

Mungkin sikap nepotisme dan kronisme masih payah untuk kitani bendung buat masa ani. Payah jua, di Brunei ani sanang banyak kenalan. Mun inda kan ditolong galak rasa, pasalnya sanang2 saja kejumpahan masa bejalan2 ke suping mol, kana rista atu yang payah tu. Inda ditolong karang, ambil ati. Jadinya, adalah payah di Brunei ani untuk membuang sikap2 sedemikian. Mungkin kalau rakyat Brunei ani betambah ramai, sikap atu akan ilang, dan akan timbullah pula era kompetitif diantara si pencari kerja, tanpa merujuk kepada dangsanak untuk minta tolong dapatkan keraja.

Sehari sepatah kata:

Nepotisme= Sikap pentingkan keluarga

Kronisme= Sikap pentingkan kawan atau rakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s